Macan Loreng, by : Nafis Harakat
sumber : Galeri KPCI

Macan Loreng


Patil Lele, by : Nafis Harakat
sumber : Galeri KPCI

Deskripsi :

Patil lele adalah permainan anak-anak dengan menggunakan tongkat kayu. Dalam permainan ini, terdapat 2 buah tongkat. Tongkat yang pertama sebagai tongkat pemukul dan tongkat kedua sebagai tongkat yang dipukul, permainan ini minimal dimainkan 2 anak. Cara bermainnya, kedua anak tersebut melakukan suit (menentukan) siapa yang lebih dahulu memukul tongkat. Anak yang lebih dulu berhak memukul tongkat setelah pengundian meletakkan tongkat yang akan dipukul di atas 2 bata yang sudah disusun. Kemudian tongkat yang berada di atas bata salah satu bagian ujungnya dipukul, sehingga tongkat terlempar. Beri tanda dan ukur jarak dari bata ke tanda tempat tongkat terlempar. kalau terjadi kesalahan dalam bermain maka dilanjutkan oleh anak satunya, untuk menentukan kemenangan adalah yang lemparan tongkatnya paling jauh, Sebagai sanksi yang kalah harus dengkling (lompat satu kaki) dari tempat tongkat terjauh sampai ke tempat memukul.


Patil Lele


Rileks, by : Arief Focus
sumber : Galeri KPCI

Rileks


Telingaan Aruu, by : Izman‎‎‎
sumber : Galeri KPCI

Deskripsi:

Telingaan Aruu adalah tradisi memanjangkan telinga oleh Suku Dayak. Tradisi memanjangkan telinga di kalangan Suku Dayak ini telah lama dilakuakn turun temurun. Pemanjangan daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang dari tembaga yang bahasa kenyah di sebut "Belaong" . Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.

Namun tidak semua sub suku Dayak di Pulau Kalimantan punya tradisi ini. Hanya beberapa kelompok saja yang mengenal budaya telinga panjang, itupun yang mendiami wilayah pedalaman. Seperti masyarakat Dayak Kenyah,Dayak Bahau,Dayak Penan,Dayak Kelabit,Dayak Sa'ban,Dayak Kayaan, Dayak Taman dan Dayak Punan.

Tradisi Telingaan Aruu dimulai saat seseorang masih bayi. Awalnya proses penindikan telinga si bayi, setelah luka bekas tindikan mengering, kemudian di pasang benang yang nantinya diganti dengan kayu, sehingga lubang telinga kian lama makin membesar. Prosesi penindikan telinga ini dikenal dengan sebutan ''Mucuk Penikng''. Anting akan ditambahkan satu persatu ke dalam telinga yang lama kelamaan akan mebuat lubang semakin membesar dan memanjang. (wikipedia)

Telingaan Aruu


Paman, by : Arief Focus‎‎
sumber : Galeri KPCI

Deskripsi:

Paman adalah sebutan orang jawa untuk saudara laki-laki dari orang tua seseorang. Setiap orang memiliki paman kandung jika orang tua mereka memiliki saudara laki-laki kandung. Pemanggilan paman dengan sebutan 'om' sudah menjadi hal yang umum di masyarakat Indonesia.

Paman


sumber : Galeri KPCI

Deskripsi:

Semar lengkapnya Kyai Lurah Semar Badranaya adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita tersebut yang berbahasa Sanskerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. wikipedia

Semar


Dila Suryani, by : Prakoso
sumber : Galeri KPCI

Dila Suryani


Ms X, by : Wahyu Widiyanto
sumber : Galeri KPCI

Ms. X


Mr. X, by : Wahyu Widiyanto
sumber : Galeri KPCI

Mr. X


Sang Penari, by : Nafis Harakat

Deskripsi : 

Sang Penari - merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 10 November 2011 yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah serta dibintangi oleh Prisia Nasution dan Oka Antara sebagai pemeran utama, serta Slamet Rahardjo, Dewi Irawan dan Hendro Djarot sebagai pemeran pendukung. Film ini diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk tahun 1982 karya Ahmad Tohari, penulis asal Banyumas, Jawa Tengah. Film ini menceritakan kisah cinta tragis seorang pemuda desa dengan seorang penari ronggeng baru di desa kecilnya yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan di Indonesia tahun 1960-an yang penuh gejolak politik. (wikipedia)

Sang Penari


Bujang Ganong, by : ‎Nafis Harakat
sumber : Galeri KPCI

Deskripsi :

Bujang Ganong atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak-anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti.


Bujang Ganong